Selasa, 29 Oktober 2013

BBM Untuk Android Makin Mudah Diunduh dan Diinstall Semua Merek Ponsel

Leave a Comment
JAKARTA--Aplikasi BlackBerry Messenger untuk Android yang tersedia di toko aplikasi Google, Play Store, sekarang sudah lebih baik dan bisa dijalankan di banyak jenis ponsel, tidak seperti waktu pertama dirilis 22 Oktober.

Aplikasi BBM untuk Android hasil pembaruan terakhir yang disediakan BlackBerry Limited 24 Oktober, sekarang sudah bisa dijalankan di banyak ponsel, termasuk Lenovo A390 yang sebelumnya dinyatakan tidak kompatibel.

Pengguna sekarang tidak perlu lagi mengunduh file APK untuk bisa menjalankan aplikasi itu di ponsel-ponsel mereka, tapi bisa langsung dari Play Store tanpa menemui banyak hambatan.

Dengan mengunduh aplikasi itu melalui dan untuk Lenovo A390, ia dapat dipasang dan menjalankannya dengan lancar, termasuk untuk mengobrol dengan teman.

Smartphone New Andomax yang sebelumnya tidak semua bisa menjalankan aplikasi itu, sekarang sudah bisa mengunduh dan menjalankan BBM dengan lancar.

Bagi pengguna yang ingin mengunduh BBM untuk Android versi terakhir yang dirilis BlackBerry Limited 24 Oktober lalu, silakan klik link berikut: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bbm.


Sumber :: ~ Indonesia Update
Baca selengkapanya...

Hebat... Film Animasi Karya Siswa SMK Diputar di 34 Bioskop!

Leave a Comment

JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai Kamis (24/10/2013) lalu para pengunjung bioskop akan mendapatkan tontonan berbeda dari biasanya. Mereka akan disuguhi sebuah mahakarya film animasi tiga dimensi atau 3D, yang berkisah tentang petualangan seorang anak. Lalu apa istimewanya? 

Film ini bukan film Hollywood garapan orang Barat, yang selama ini sering menghiasi layar lebar Tanah Air, tetapi 100 persen karya anak bangsa. Lebih istimewa lagi, film ini dibesut oleh para pelajar SMK. 
Film berjudul Petualangan Si Adi ini berdurasi 90 menit. Diproduksi oleh Batavia Pictures bekerja sama dengan Castle Production, film bergenre komedi aksi ini menceritakan tentang petualangan seorang anak SMK mencari pusaka-pusaka di Nusantara. Ditemani oleh robotnya yang canggih, B10, mereka menumpas kejahatan yang ditebarkan oleh Raja Kegelapan Kokar. 


Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kemdikbud Anang Tjahjono mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendukung penuh penayangan film ini, mulai dari proses pengembangan sampai eksekusi akhir. Lebih dari itu, kata Anang, dukungan diberikan mulai dari pemberian bantuan komputer ke sekolah sampai bimbingan yang diberikan oleh guru. 

"Prosesnya beberapa tahun, mulai dari film serial sampai menjadi film layar lebar," kata Anang di Kemdikbud, Jakarta, Senin (28/10/2013). 

Anang mengatakan, pihaknya mendorong para pelajar SMK untuk terus berkarya menghasilkan produk-produk bermutu. Dengan terus mengasah kemampuannya, dia melanjutkan, para siswa akan semakin pandai dan dapat bekerja sama dengan industri. 

"Kalau bisa produknya tidak hanya untuk konsumsi praktikum, tapi bisa dinikmati (masyarakat)," ujarnya. 

Adapun sekolah yang terlibat dalam pembuatan film ini adalah SMKN 3 Kasihan Yogyakarta, SMKN 5 Yogyakarta, SMKN 2 Wonosobo, SMKN 2 Jepara, SMKN 9 Surakarta, SMKN Tunas Harapan Pati, SMKN 11 Surabaya, SMKN 4 Malang, SMKN Bina Informatika Tangerang, dan SMK Pelita YNH Sukabumi. 

Anang menambahkan, setelah membuat film ini, para pelajar SMK tentunya memiliki pengalaman lebih banyak. Hal ini, kata dia, bisa dijadikan sebagai modal untuk bekerja di industri animasi atau bahkan berwirausaha sendiri. 

"Jadi, siswanya membuat industri perusahaan animasi dengan bimbingan guru-gurunya. Targetnya, anak-anak menjadi berwirausaha," ujarnya.  

Nah, tunggu apalagi, segera sambangi bioskop XXI dan 21 di kota Anda dan dukung terus kreasi-kreasi anak bangsa! Kota-kota yang sudah mulai menayangkan adalah Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Batam, Pekanbaru, dan Banjarmasin. Akan tayang juga di Kota Bogor, Semarang, Solo, Malang, Binjai, Palembang, Samarinda, dan Makassar. (AGUNG/PIH)
Baca selengkapanya...

Begini Caranya "Log Out" dan Ganti PIN di BBM Android

Leave a Comment
Tak seperti layanan chat lain, BlackBerry Messenger (BBM) tidak memberi kesempatan pengguna untuk "keluar" atau log out. Log out di BBM sebenarnya berguna bila pengguna ingin log in dengan akun BlackBerry ID lain. Misalnya, log in menggunakan akun BlackBerry ID yang sebelumnya telah digunakan di ponsel BlackBerry. Sebab, saat pertama log in ke BBM lintas platform masih menggunakan BlackBerry ID baru untuk coba-coba. Prosesi "keluar sesaat" ini juga berguna, misalnya pengguna sementara waktu tidak ingin dihubungi via BBM atau bisa juga saat ingin mengirit baterai. Ternyata, ada trik sederhana untuk melakukan sign out dari BBM di Android. Sebelumnya, cara satu-satunya untuk log out adalah menghapus aplikasinya. Caranya sangat mudah. Pertama, pilih menu "Setting" dari perangkat Android, lalu pilih "Apps". Kemudian, pilih aplikasi BBM, kemudian tekan tombol menu "Clear data". Pada kondisi ini, aplikasi BBM Android sudah tidak aktif. Artinya, Anda sudah tidak dapat menerima pesan dari BBM. Jika ingin kembali aktif BBM-an atau ingin log in dengan BlackBerry ID berbeda, jalankan kembali aplikasinya. Tampilan yang muncul adalah seperti pertama kali mengunduh aplikasi BBM, Anda diminta untuk memasukkan alamat e-mail. Masukkan kembali e-mail yang terdaftar di BBM.com. Jika ditolak, Anda harus mendaftarkan alamat e-mail baru dan tentu harus mengantre kembali sampai memperoleh konfimasi dari BlackBerry agar dapat melakukan langkah selanjutnya. Terakhir, Anda tinggal sign in dengan memasukkan alamat e-mail BlackBerry ID Anda. Ganti PIN Cara di atas juga berguna untuk "ganti PIN" alias membuat nomor PIN baru atau membuat akun BlackBerry ID baru. Caranya, setelah melakukan prosesi log out seperti langkah-langkah di atas, masukkan e-mail yang terdaftar di BBM.com. Selanjutnya, klik "Create a BlackBerry ID", lalu isi data yang diminta, dan ikuti langkah-langkahnya sampai selesai. Jika nomor PIN yang diperoleh tak sesuai keinginan, ulangi proses dari awal. Artinya, perlu beberapa alamat e-mail untuk sampai mendapatkan nomor PIN "cantik". Proses ini juga bisa dilakukan jika ingin mengganti e-mail yang digunakan untuk BlackBerry ID. Tujuannya, agar alamat e-mail untuk log in BBM adalah alamat e-mail utama, yang biasa digunakan sehari-hari, sehingga mudah diingat dan tidak perlu menggunakan alamat e-mail yang berbeda-beda untuk log in sebuah layanan.

Sumber :: ~ Suara Indonesia
               ~ KOMPAS.com 
Baca selengkapanya...

Sabtu, 19 Oktober 2013

Cisco Umi Telepresence menghadirkan Video Conference HD ke Ruang Keluarga

Leave a Comment
Cisco mengumumkan produk terbaru yaitu umi telepresence yang merupakan pertama untuk sistem video konferensi  bagi  keluarga dengan video HD. Cisco Umi terhubung ke sebuah televisi HD yang ada dan terhubung koneksi internet broadband untuk membuat sebuah komunikasi menggunakan video yang menjanjikan pengalaman baru.

Cisco Umi

Sistem Cisco Umi termasuk kamera HD, konsol dan remote control. Dapat terhubung ke jaringan baik melalui kabel Ethernet atau wireless. Pengguna juga dapat merekam video umi mereka sendiri , kemudian mereka dapat berbagi di Facebook, di YouTube, atau melalui email. Pengguna bahkan dapat tetap berhubungan dengan orang yang tidak memiliki umi dengan menempatkan dan menerima panggilan video dari komputer manapun dengan webcam dan video Google chat.




Perangkat Cisco Umi  akan dirilis pada tanggal 14 November di US dan sekarang tersedia untuk pre-order sebesar $ 599. Sebuah biaya bulanan $ 24,99 dibutuhkan untuk panggilan umi terbatas, pesan video dan penyimpanan video.
Berikut tampilan UI dari Cisco:
Baca selengkapanya...

Si Miskin Tidak Dilarang Sekolah...

Leave a Comment





KOMPAS.com — Pasal 31 Ayat (10) UUD 1945 menyatakan, "Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan". Makna yang terkandung dalam bunyi pasal itu tidak mengecualikan siapa pun, termasuk mereka yang miskin. 

Istilah "Si Miskin Dilarang Sekolah" tentu tidak berlaku karena pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengucurkan bantuan dana pendidikan melalui Program Bantuan Siswa Miskin (BSM). Program BSM bahkan menjadi satu dari enam program prioritas Kemendikbud pada 2014 nanti. Adapun lima program prioritas lainnya ialah Pendidikan Menengah Universal (PMU), Kurikulum 2013, peningkatan kualitas guru, rehabilitasi sarana prasarana, dan afirmasi daerah 3T.

Program BSM adalah program nasional yang bertujuan untuk menghilangkan halangan siswa miskin bersekolah dengan membantu mereka memperoleh akses pelayanan pendidikan yang layak, mencegah putus sekolah, dan menarik siswa miskin untuk bersekolah kembali. BSM juga ditujukan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran dan mendukung Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, bahkan hingga Pendidikan Menengah Universal (PMU). 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, tidak boleh ada alasan faktor ekonomi menjadi penghalang anak mendapatkan layanan pendidikan. 

"Karena itu, harus dipastikan semua anak dari keluarga miskin bisa bersekolah dan jangan sampai putus sekolah," tegasnya. 

Program BSM bersifat bantuan langsung kepada siswa, dan bukan merupakan beasiswa. BSM diberikan berdasarkan kondisi ekonomi siswa, dan bukan berdasarkan prestasi. Sementara beasiswa diberikan dengan mempertimbangkan prestasi siswa. Dana BSM diberikan kepada siswa mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kemendikbud maupun Kementerian Agama (Kemenag).  

Pascapengurangan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM), besaran BSM naik sebesar 10 persen. SD dan MI dari Rp 350.000/siswa per tahun menjadi 450.000/siswa per tahun, sedangkan untuk SMP dan MTs dari Rp 560.000/siswa per tahun menjadi Rp 750.000/siswa per tahun. 

Sementara itu, besaran BSM untuk siswa SMA, SMK, dan MA tetap berjumlah Rp 1 juta/siswa per tahun. Khusus untuk perguruan tinggi, BSM diberikan dengan nama Bidikmisi (Beasiswa Pendidikan untuk Mahasiswa Miskin). Mahasiswa miskin yang mendapat Bidikmisi akan menerima bantuan pendidikan minimal sebesar Rp 600.000/mahasiswa per semester atau Rp 1,2 juta per tahun.

Siswa SD penerima BSM langsung dapat sekolah di SMP dan wajib mendapat BSM. Demikian juga setelah lulus SMP, mereka dapat melanjutkan ke SMA dan wajib menerima BSM. Jika prestasi akademiknya baik, siswa tersebut bahkan bisa mendapatkan beasiswa Bidikmisi di perguruan tinggi. 


Pendataan 

Berdasarkan data BPS tahun 2013, rata-rata nasional angka putus sekolah usia 7–12 tahun mencapai 0,67 persen atau 182.773 anak; usia 13–15 tahun sebanyak 2,21 persen, atau 209.976 anak; dan usia 16–18 tahun semakin tinggi hingga 3,14 persen atau 223.676 anak. 
  
Provinsi terbanyak siswa putus sekolah usia 7–12 tahun dan 13–15 tahun adalah Jawa Barat hingga masing-masing 32.423 anak dan 47.198 anak. Pada usia 16–18 tahun, distribusi putus sekolah terbanyak di Provinsi Jawa Timur mencapai 35.546 anak. 

Karena itu, diharapkan, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota aktif mencari dan mendata anak putus sekolah. Anak-anak tersebut wajib dikembalikan ke sekolah. "Harus ada gerakan mencegah anak putus sekolah. Pemerintah ingin stop anak-anak putus sekolah karena alasan apa pun," ujar Mendikbud.

Dana BSM dapat dimanfaatkan siswa untuk membeli perlengkapan (misalnya buku pelajaran, alat tulis, sepatu, dan tas), biaya transportasi ke sekolah/madrasah, dan uang saku untuk sekolah. Dana BSM dapat dibatalkan jika siswa penerima BSM berhenti sekolah, menerima beasiswa dari instansi atau sumber lain, telah didakwa dan terbukti melakukan tindakan kriminal, dan tidak lagi masuk dalam kriteria siswa miskin. 

Sebagai program nasional untuk rakyat miskin, manajemen BSM dilakukan bekerja sama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Anggota Pokja Pengendali Program Bantuan Sosial TNP2K Dyah Larasati mengatakan, BSM ditujukan kepada 16,6 juta anak usia sekolah. Lebih lanjut, ia mengatakan, untuk mendapatkan BSM, rumah tangga penerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS) cukup membawa KPS ke sekolah/madrasah tempat siswa terdaftar untuk dicalonkan sebagai penerima manfaat program BSM. 

Sementara itu, beberapa hasil dari evaluasi dan studi berlanjut terhadap pelaksanaan Program BSM, kelemahan terdapat di ketidaktepatan penetapan sasaran BSM. Hasil evaluasi itu menemukan banyaknya rumah tangga tidak miskin yang menerima BSM.  

Wakil Kepala Bidang SDM dan Administrasi Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Pande Made Kutanegara mengatakan, anggaran atau alokasi biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh masing-masing rumah tangga sesungguhnya cukup besar. Jika tidak ada upaya dari pemerintah, kelompok rumah tangga miskin akan semakin sulit untuk mengenyam pendidikan. 

"'Tidak hanya akses, persoalan pendidikan juga merupakan persoalan aset. Jika orang tidak mempunyai aset atau uang, dia tidak bisa bersekolah,'" tuturnya. 

Pande berharap, melalui skema KPS, rumah tangga miskin yang menerima KPS dan memiliki anak usia sekolah berhak untuk mendapatkan BSM.   
Baca selengkapanya...