| JAKARTA--Aplikasi BlackBerry Messenger untuk Android yang tersedia di toko aplikasi Google, Play Store, sekarang sudah lebih baik dan bisa dijalankan di banyak jenis ponsel, tidak seperti waktu pertama dirilis 22 Oktober. |
Aplikasi BBM untuk Android hasil pembaruan terakhir yang disediakan BlackBerry Limited 24 Oktober, sekarang sudah bisa dijalankan di banyak ponsel, termasuk Lenovo A390 yang sebelumnya dinyatakan tidak kompatibel. Pengguna sekarang tidak perlu lagi mengunduh file APK untuk bisa menjalankan aplikasi itu di ponsel-ponsel mereka, tapi bisa langsung dari Play Store tanpa menemui banyak hambatan. Dengan mengunduh aplikasi itu melalui dan untuk Lenovo A390, ia dapat dipasang dan menjalankannya dengan lancar, termasuk untuk mengobrol dengan teman. Smartphone New Andomax yang sebelumnya tidak semua bisa menjalankan aplikasi itu, sekarang sudah bisa mengunduh dan menjalankan BBM dengan lancar. Bagi pengguna yang ingin mengunduh BBM untuk Android versi terakhir yang dirilis BlackBerry Limited 24 Oktober lalu, silakan klik link berikut: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bbm. Sumber :: ~ Indonesia Update |
Selasa, 29 Oktober 2013
BBM Untuk Android Makin Mudah Diunduh dan Diinstall Semua Merek Ponsel
Hebat... Film Animasi Karya Siswa SMK Diputar di 34 Bioskop!
JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai Kamis (24/10/2013) lalu
para pengunjung bioskop akan mendapatkan tontonan berbeda dari biasanya.
Mereka akan disuguhi sebuah mahakarya film animasi tiga dimensi atau
3D, yang berkisah tentang petualangan seorang anak. Lalu apa
istimewanya?
Film ini bukan film Hollywood garapan orang Barat,
yang selama ini sering menghiasi layar lebar Tanah Air, tetapi 100
persen karya anak bangsa. Lebih istimewa lagi, film ini dibesut oleh
para pelajar SMK.
Film berjudul Petualangan Si Adi ini
berdurasi 90 menit. Diproduksi oleh Batavia Pictures bekerja sama dengan
Castle Production, film bergenre komedi aksi ini menceritakan tentang
petualangan seorang anak SMK mencari pusaka-pusaka di Nusantara.
Ditemani oleh robotnya yang canggih, B10, mereka menumpas kejahatan yang
ditebarkan oleh Raja Kegelapan Kokar.
Direktur Pembinaan
Sekolah Menengah Kejuruan Kemdikbud Anang Tjahjono mengatakan,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendukung penuh
penayangan film ini, mulai dari proses pengembangan sampai eksekusi
akhir. Lebih dari itu, kata Anang, dukungan diberikan mulai dari
pemberian bantuan komputer ke sekolah sampai bimbingan yang diberikan
oleh guru.
"Prosesnya beberapa tahun, mulai dari film serial
sampai menjadi film layar lebar," kata Anang di Kemdikbud, Jakarta,
Senin (28/10/2013).
Anang mengatakan, pihaknya mendorong para
pelajar SMK untuk terus berkarya menghasilkan produk-produk bermutu.
Dengan terus mengasah kemampuannya, dia melanjutkan, para siswa akan
semakin pandai dan dapat bekerja sama dengan industri.
"Kalau bisa produknya tidak hanya untuk konsumsi praktikum, tapi bisa dinikmati (masyarakat)," ujarnya.
Adapun
sekolah yang terlibat dalam pembuatan film ini adalah SMKN 3 Kasihan
Yogyakarta, SMKN 5 Yogyakarta, SMKN 2 Wonosobo, SMKN 2 Jepara, SMKN 9
Surakarta, SMKN Tunas Harapan Pati, SMKN 11 Surabaya, SMKN 4 Malang,
SMKN Bina Informatika Tangerang, dan SMK Pelita YNH Sukabumi.
Anang
menambahkan, setelah membuat film ini, para pelajar SMK tentunya
memiliki pengalaman lebih banyak. Hal ini, kata dia, bisa dijadikan
sebagai modal untuk bekerja di industri animasi atau bahkan berwirausaha
sendiri.
"Jadi, siswanya membuat industri perusahaan animasi
dengan bimbingan guru-gurunya. Targetnya, anak-anak menjadi
berwirausaha," ujarnya.
Nah, tunggu apalagi, segera sambangi
bioskop XXI dan 21 di kota Anda dan dukung terus kreasi-kreasi anak
bangsa! Kota-kota yang sudah mulai menayangkan adalah Jakarta,
Tangerang, Bekasi, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Batam,
Pekanbaru, dan Banjarmasin. Akan tayang juga di Kota Bogor, Semarang,
Solo, Malang, Binjai, Palembang, Samarinda, dan Makassar. (AGUNG/PIH)
Begini Caranya "Log Out" dan Ganti PIN di BBM Android
Sumber :: ~ Suara Indonesia
Sabtu, 19 Oktober 2013
Cisco Umi Telepresence menghadirkan Video Conference HD ke Ruang Keluarga
Cisco mengumumkan produk terbaru yaitu umi telepresence yang merupakan pertama untuk sistem video konferensi bagi keluarga dengan video HD. Cisco Umi terhubung ke sebuah televisi HD yang ada dan terhubung koneksi internet broadband untuk membuat sebuah komunikasi menggunakan video yang menjanjikan pengalaman baru.

Sistem Cisco Umi termasuk kamera HD, konsol dan remote control. Dapat terhubung ke jaringan baik melalui kabel Ethernet atau wireless. Pengguna juga dapat merekam video umi mereka sendiri , kemudian mereka dapat berbagi di Facebook, di YouTube, atau melalui email. Pengguna bahkan dapat tetap berhubungan dengan orang yang tidak memiliki umi dengan menempatkan dan menerima panggilan video dari komputer manapun dengan webcam dan video Google chat.

Baca selengkapanya...
Sistem Cisco Umi termasuk kamera HD, konsol dan remote control. Dapat terhubung ke jaringan baik melalui kabel Ethernet atau wireless. Pengguna juga dapat merekam video umi mereka sendiri , kemudian mereka dapat berbagi di Facebook, di YouTube, atau melalui email. Pengguna bahkan dapat tetap berhubungan dengan orang yang tidak memiliki umi dengan menempatkan dan menerima panggilan video dari komputer manapun dengan webcam dan video Google chat.
Perangkat Cisco Umi akan dirilis pada tanggal 14 November di US dan sekarang tersedia untuk pre-order sebesar $ 599. Sebuah biaya bulanan $ 24,99 dibutuhkan untuk panggilan umi terbatas, pesan video dan penyimpanan video.
Berikut tampilan UI dari Cisco:
Si Miskin Tidak Dilarang Sekolah...
KOMPAS.com — Pasal 31 Ayat (10) UUD 1945 menyatakan,
"Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan". Makna yang terkandung
dalam bunyi pasal itu tidak mengecualikan siapa pun, termasuk mereka
yang miskin.
Istilah "Si Miskin Dilarang Sekolah" tentu tidak
berlaku karena pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengucurkan bantuan dana pendidikan
melalui Program Bantuan Siswa Miskin (BSM). Program BSM bahkan menjadi
satu dari enam program prioritas Kemendikbud pada 2014 nanti. Adapun
lima program prioritas lainnya ialah Pendidikan Menengah Universal
(PMU), Kurikulum 2013, peningkatan kualitas guru, rehabilitasi sarana
prasarana, dan afirmasi daerah 3T.
Program BSM adalah program
nasional yang bertujuan untuk menghilangkan halangan siswa miskin
bersekolah dengan membantu mereka memperoleh akses pelayanan pendidikan
yang layak, mencegah putus sekolah, dan menarik siswa miskin untuk
bersekolah kembali. BSM juga ditujukan untuk membantu siswa memenuhi
kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran dan mendukung Program Wajib
Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, bahkan hingga Pendidikan
Menengah Universal (PMU).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, tidak boleh ada alasan faktor
ekonomi menjadi penghalang anak mendapatkan layanan pendidikan.
"Karena itu, harus dipastikan semua anak dari keluarga miskin bisa bersekolah dan jangan sampai putus sekolah," tegasnya.
Program
BSM bersifat bantuan langsung kepada siswa, dan bukan merupakan
beasiswa. BSM diberikan berdasarkan kondisi ekonomi siswa, dan bukan
berdasarkan prestasi. Sementara beasiswa diberikan dengan
mempertimbangkan prestasi siswa. Dana BSM diberikan kepada siswa mulai
dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, di sekolah-sekolah yang
berada di bawah naungan Kemendikbud maupun Kementerian Agama (Kemenag).
Pascapengurangan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM),
besaran BSM naik sebesar 10 persen. SD dan MI dari Rp 350.000/siswa per
tahun menjadi 450.000/siswa per tahun, sedangkan untuk SMP dan MTs dari
Rp 560.000/siswa per tahun menjadi Rp 750.000/siswa per tahun.
Sementara
itu, besaran BSM untuk siswa SMA, SMK, dan MA tetap berjumlah Rp 1
juta/siswa per tahun. Khusus untuk perguruan tinggi, BSM diberikan
dengan nama Bidikmisi (Beasiswa Pendidikan untuk Mahasiswa Miskin).
Mahasiswa miskin yang mendapat Bidikmisi akan menerima bantuan
pendidikan minimal sebesar Rp 600.000/mahasiswa per semester atau Rp 1,2
juta per tahun.
Siswa SD penerima BSM langsung dapat sekolah di
SMP dan wajib mendapat BSM. Demikian juga setelah lulus SMP, mereka
dapat melanjutkan ke SMA dan wajib menerima BSM. Jika prestasi
akademiknya baik, siswa tersebut bahkan bisa mendapatkan beasiswa
Bidikmisi di perguruan tinggi.
Pendataan
Berdasarkan
data BPS tahun 2013, rata-rata nasional angka putus sekolah usia 7–12
tahun mencapai 0,67 persen atau 182.773 anak; usia 13–15 tahun sebanyak
2,21 persen, atau 209.976 anak; dan usia 16–18 tahun semakin tinggi
hingga 3,14 persen atau 223.676 anak.
Provinsi terbanyak siswa
putus sekolah usia 7–12 tahun dan 13–15 tahun adalah Jawa Barat hingga
masing-masing 32.423 anak dan 47.198 anak. Pada usia 16–18 tahun,
distribusi putus sekolah terbanyak di Provinsi Jawa Timur mencapai
35.546 anak.
Karena itu, diharapkan, Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota aktif mencari dan mendata anak putus sekolah. Anak-anak
tersebut wajib dikembalikan ke sekolah. "Harus ada gerakan mencegah anak
putus sekolah. Pemerintah ingin stop anak-anak putus sekolah karena
alasan apa pun," ujar Mendikbud.
Dana BSM dapat dimanfaatkan
siswa untuk membeli perlengkapan (misalnya buku pelajaran, alat tulis,
sepatu, dan tas), biaya transportasi ke sekolah/madrasah, dan uang saku
untuk sekolah. Dana BSM dapat dibatalkan jika siswa penerima BSM
berhenti sekolah, menerima beasiswa dari instansi atau sumber lain,
telah didakwa dan terbukti melakukan tindakan kriminal, dan tidak lagi
masuk dalam kriteria siswa miskin.
Sebagai program nasional
untuk rakyat miskin, manajemen BSM dilakukan bekerja sama dengan Tim
Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Anggota Pokja
Pengendali Program Bantuan Sosial TNP2K Dyah Larasati mengatakan, BSM
ditujukan kepada 16,6 juta anak usia sekolah. Lebih lanjut, ia
mengatakan, untuk mendapatkan BSM, rumah tangga penerima Kartu
Perlindungan Sosial (KPS) cukup membawa KPS ke sekolah/madrasah tempat
siswa terdaftar untuk dicalonkan sebagai penerima manfaat program BSM.
Sementara
itu, beberapa hasil dari evaluasi dan studi berlanjut terhadap
pelaksanaan Program BSM, kelemahan terdapat di ketidaktepatan penetapan
sasaran BSM. Hasil evaluasi itu menemukan banyaknya rumah tangga tidak
miskin yang menerima BSM.
Wakil Kepala Bidang SDM dan
Administrasi Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah
Mada (UGM) Pande Made Kutanegara mengatakan, anggaran atau alokasi biaya
pendidikan yang dikeluarkan oleh masing-masing rumah tangga
sesungguhnya cukup besar. Jika tidak ada upaya dari pemerintah, kelompok
rumah tangga miskin akan semakin sulit untuk mengenyam pendidikan.
"'Tidak
hanya akses, persoalan pendidikan juga merupakan persoalan aset. Jika
orang tidak mempunyai aset atau uang, dia tidak bisa bersekolah,'"
tuturnya.
Pande berharap, melalui skema KPS, rumah tangga miskin
yang menerima KPS dan memiliki anak usia sekolah berhak untuk
mendapatkan BSM.


